
Prediksi Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) Amerika Serikat (AS) terkait kemungkinan banjir besar di DKI Jakarta pada minggu ketiga Desember 2009 disarankan menjadi masukan terpenting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Prediksi NOAA hasil analisa satelit itu menyebutkan bahwa bencana banjir yang mengancam DKI akan lebih mengerikan dibandingkan bencana serupa tahun 2007.
Pakar Teknologi Lingkungan Universitas Indonesia (UI), Dr Firdaus Ali, pekan lalu di Jakarta mengatakan, perhitungan dari NOAA AS dan lembaga sejenis di Jepang tingkat akurasinya selama itu sangat meyakinkan. ”Bukan menakut-nakuti, tapi ancaman banjir kali ini tidak bisa dianggap remeh,” katanya kepada Warta Kota.
Menurut Firdaus, prediksi badan pemantau atmosfer di AS dan Jepang itu sangat akurat dibandingkan dengan pendekatan yang selama ini dilakukan di Jakarta. ”Mereka lebih baik. Jangan lupa, belakangan banyak sekali fenomena alam di mana dalam waktu 2 hingga 4 jam bisa berubah,” katanya.
Firdaus menunjuk, badai yang menghantam daratan China yang semula diprediksi sampai Jepang, ternyata berbalik arah tidak sampai ke Jepang.
Biasanya, kata Firdaus, kewaspadaan di AS dan Jepang terhadap bencana alam dilakukan dalam rentang empat bulan sesuai kecenderungan yang ada, di mana sekitar 70 persen mendekati kenyataan.
Prakiraan NOAA itu, kata Firdaus, bisa menjadi acuan untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin, termasuk oleh pemerintah, kalangan DPRD, dan masyarakat. ”Seberapa siap kita jika curah hujan terjadi lebih berat di Jakarta, belum lagi banjir kiriman dari hulu, jika dibandingkan banjir tahun 2002 dan 2007? Semua fenomena alam itu kan hanya Tuhan yang tahu,” katanya.
Kebiasaan buruk
Seberapa siap sejumlah pihak menghadapi banjir? Firdaus mengatakan, masalah saluran mikro selama ini belum tersentuh APBD DKI, karena upaya mengatasi banjir dimulai dari yang makro dengan mengeruk sejumlah sungai. Sementara saluran mikro yang merupakan saluran penghubung di DKI, yang panjangnya sepanjang 1.360 km atau sepanjang Anyer-Panarukan, belum tersentuh secara maksimal.
Dari data 2008, terdapat saluran air yang hilang sepanjang 300 km. Hilangnya saluran air itu, kata Firdaus, terkait dengan berubahnya fungsi saluran, di antaranya dibangun dan dimatikan oleh sejumlah pihak. Kondisi itu sangat memengaruhi upaya Pemprov DKI mengatasi banjir saat curah hujan tinggi dan tidak mungkin diatasi dengan cara tradisional.
Menurut Firdaus, jika saluran mikro tidak tertangani maka hujanderas sebentar saja air akan menggenang seperti yang terjadi pada 13 November lalu. Saat itu ketinggian air di Jalan Sabang, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Jenderal Sudirman, mencapai 30 cm.
Terkait saluran mikro, dari pantauan Warta Kota diketahui sejumlah saluran di Jakarta tersumbat karena penuh dengan sampah. Ketidakdisiplinan masyarakat diperparah dengan perilaku sejumlah pihak yang menyapu sampah ke selokan. Akibatnya, sejumlah saluran air mikro dipenuhi sampah, sehingga tidak aneh jika air cepat meluap dan menggenangi sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta, Budi Widiantoro, menyatakan, Pemprov DKI Jakarta berupaya maksimal agar banjir di DKI Jakarta teratasi dan peristiwa tanggal 13 November menjadi pelajaran penting. ”Kanal Bajir Timur beroperasi pada Desember 2009,” katanya kepada Warta Kota.
Dengan demikian, kata Budi, lima sungai di DKI Jakarta akan dipotong dengan Kanal Banjir Timur (KBT). Sementara itu di Kanal Bajir Barat (KBB) dibangun tanggul setinggi 1,2 meter. Selain itu, di sebanyak 64 segmen sungai di seluruh DKI Jakarta dilakukan pengerukan dan di beberapa lokasi ditambah pompa termasuk di Kali Cideng.
Sedangkan terkait semua saluran mikro, Budi menyatakan, saluran-saluran tersebut dikuras. Minimal, normalisasi saluran mikro dilaksanakan di jalan-jalan utama. ”Dengan demikian, kita berharap akan teratasi semuanya,” katanya.
[via] wartakota.co.id


BANJIIIIRRRRRRRRRR…….
Waduh….semoga ngak benar terjadi nih ;(
kita cuma bisa berdoa biar gak terjadi banjir yang begitu besar
wadoooh, jadi ngeri ni bang kalo bener2 kejadian… mana ga bisa berenag lagi.. ugh.. kudu siap2 pelampung nih..
udah ngambang bang jadi gak perlu pelampung
bang siap2 sekoci aja, ogut tauk kok rumah abang paling rawan banjir, inget gak wktu taon lalu banjir? abang ampir kelep kan gara2 gk bisa renang
xixixxiiii berenang di ranjang
Banjir lagi, banjir lagi…
Gara-gara si Komo leawat kali ya?
wakakakakakak bisa aja mbak dugem
salam
gawat nih…siaga 1
siap!
weleh sedia payung sebelum hujan, sedia rakit sebelum banjir.Boleh juga peringatannya mas.Salam
xixixixi…. harus siap sedia
mane ncang aye dateng menta obat ne
obat apa eyang? obat awet tua yah? xixixixixixii
mudah2an rumah gue ga kena dampak banjir
amin gan!
ok,
^.^
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ini alasan kenapa adiknya sandra dewi selalu memonyongkan bibir nya kalo di foto:
http://gigilucu.notlong.com/
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
he he ^.^
untung ane ga di jakarta…
buat warga jakarta, hati2 ya…
hheheh…
moga2 aman sehat sentosa
iya nih kudu hati hati
waduh
banjir lagi banjir lagi
padahal jakarta itu ibu kota negara
tapi kok
tata kotanya ngga bener terus ya
iya ya jadi malu nih sebage warga jakarta
sedia payung sebelum hujan bro,sedia perahu sebelum banjir
siap sedia bang! sarung juga dah sedia
▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■
■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓
Mengapa Mereka (ACEH) Begitu Membenci Rakyat Indonesia, Saudaranya Sendiri
↓↓↓↓↓↓↓↓
http://aceh.notlong.com/
■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓
▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■
Waduh, perlu warpada neh… Thanks bang.